Nama sekolah
: SMK XXX
Kelas / semester : X /
2
Pertemuan : 4/ 2x 45 menit
Menyusun laporan keuangan
A.
LAPORAN LABA/ RUGI
Pada dasarnya yang dimaksud dengan
laporan laba rugi adalah suatu bagian dari laporan keuangan yang memuat dan menyediakan
informasi tentang ukuran keberhasilan operasi perusahaan selama periode waktu
tertentu. Unsur-unsur yang terkandung dalam laporan laba rugi meliputi semua
transaksi pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian
Pendapatan: adalah arus masuk aktiva
atau peningkatan lainnya dalam aktiva perusahaan atau pelunasan kewajibannya
(atau kombinasi dari keduannya) selama suatu periode yang ditimbulkan oleh
pengiriman/penjualan/produksi barang, penyediaan jasa, serta aktivitas lainnya
yang merupakan bagian dari operasi utama perusahaan.
Beban: adalah arus keluar atau penurunan
lainnya dalam aktiva perusahaan atau penambahan kewajibannya (atau kombinasi
dari keduanya) selama periode waktu tertentu yang ditimbulkan oleh pengiriman
dan produksi barang, penyediaan jasa, serta aktivitas lainnya yang merupakan
bagian dari operasi utama perusahaan.
Keuntungan: adalah kenaikan ekuitas
(aktiva bersih) perusahaan dari transaksi sampingan atau insidentil kecuali
yang dihasilkan dari pendapatan atau investasi oleh pemilik. Sedangkan yang
dimaksud dengan kerugian adalah penurunan ekuitas (aktiva bersih) perusahaan
dari transaksi sampingan atau insidentil kecuali yang berasal dari beban atau
distribusi kepada pemilik.
Pentingnya pelaporan unsur-unsur laporan
laba rugi ini tidak bisa diremehkan, bagi sebagian besar pengambil keputusan
suatu bagian dari laporan keuangan seringkali lebih berguna dari laporan
keuangan secar keseluruhan. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa
investor dan kreditor berkepentingan dalam meramalkan jumlah, penetapan waktu,
dan ketidakpastian laba serta arus kas masa depan. Karena unsur-unsur laporan
laba rugi disajikan dalam tampilan yang memadai dan dapat dibandingkan dengan
data tahun-tahun sebelumnya, maka pengambil keputusan akan lebih mudah dalam
menilai laba dan arus kas masa depan.
Laporan laba rugi atau perhitungan laba rugi dapat
disajikan dalam dua bentuk, yaitu sebagai berikut.
a. Bentuk Langsung (Single Step)
Penyajian laporan laba/rugi dengan bentuk single step
dilakukan dengan menjumlahkan semua pendapatan menjadi satu, demikian pula
bebannya. Setelah itu dicari selisihnya untuk mengetahui laba dan rugi.
b. Bentuk
Bertahap (Multiple Step)
Penyajian laporan laba/rugi dengan
bentuk multiple step dilakukan dengan memisahkan antara pendapatan usaha dan
pendapatan di luar usaha, serta memisahkan pula antara beban usaha dan beban di
luar usaha. Setelah itu mencari selisihnya sehingga akan diperoleh laba atau
rugi bersih usaha.
B. LAPORAN
PERUBAHAN MODAL
laporan
perubahan modal adalah bagian dari laporan dengan yang mencatat informasi
tentang penyebab bertambah atau berkurangnya modal selama kurun waktu tertentu.
Unsur-unsur
laporan perubahan modal biasanya dari modal awal, laba/rugi bersih, prive,
penambahan modal, dan hasil akhir (perubahan modal akhir per periode = modal
awal + (laba bersih — prive)).
- Modal awal adalah keseluruhan dana yang diinvestasikan untuk perkembangan atau kemajuan perusahaan mulai dari awal perusahaan tersebut berdiri sampai waktu tertentu di mana belum terjadi penambahan modal.
- Laba/rugi bersih adalah selisih dari semua penghasilan dengan jumlah semua beban, sebagaimana yang tercatat di dalam laporan laba/rugi.
- Prive adalah penarikan sejumlah modal oleh direktur (pemilik perusahaan) atau pihak-pihak yang menanam modal untuk keperluan pribadi atau keperluan lain di luar kegiatan usaha utama perusahaan.
- Penambahan modal adalah selisih antara laba bersih dengan prive.
C.
LAPORAN ARUS KAS
Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang
berisi informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan
selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan menurut
jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan kas keluar
tersebut. Kegiatan perusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu, kegiatan
operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan.manfaat informasi arus
kas sebagai berikut :
1.
Semua kegiatan (operasional,
investasim dan keuangan) menghasilkan aliran kas yang positif yang berarti
penerimaan kas dari masing-masing kegiatan tersebut lebih besar dari
pengeluaran kas. Pada keadaan pertama semua kegiatan menghasilkan penerimaan
kas yang lebih besar daripada pengeluaran kas. Tentu dalam jangka panjang akan
terjadi saldo kas yang besar.
2.
Semua kegiatan (operasional,
investasi dan keuangan) menghasilkan aliran kas yang negatif yang berarti
penerimaan kas dari masing-masing kegiatan tersebut lebih kecil dari
pengeluaran kas. Ini kebalikan pola 1 di atas, sehingga dalam jangka panjang
cadangan kas yang ada akan habis.
3.
Kegiatan operasional positif
sedangkan kegiatan investasi dan keuangan negatif. Pada pola ketiga, perusahaan
menggunakan kas dari operasional untuk membayar hutang/pengembalian modal/membayar
deviden dan untuk investasi. Pola ini dapat dikatakan ideal dan banyak pengamat
mengatakan ini adalah keadaan penen kas.
4.
Kegiatan operasional dan kegiatan
investasi positif tetapi kegiatan keuangan negatif. Sedangkan pada pola hasil
penjualan investasi dan opersional digunakan untuk membayar hutang
mengembalikan modal.
5.
Kegiatan operasional negatif
sedangkan kegiatan investasi dan keuangan positif. Ini berarti perusahaan
menggunakan sebagian investasi dan penarikan pinjaman modal untuk membiayai operasional.
Kegiatan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
6.
Kegiatan investasi negatif sementara
kegiatan operasional dan keuangan positif. Perusahaan menggunakan cash dari
operasional dan pinjaman/penarikan modal untuk melakukan investasi.
7.
Kegiatan opersional dan investasi
negatif sedangkan kegiatan keuangan positif. Perusahaan melakukan kegiatan
operasional dan investasi yang sebagian dibiayai dengan dana pinjaman atau
penarikan modal. Sebagian dana juga digunakan untuk operasional. Kondisi ini
mungkin terjadi pada perusahaan yang sedang tumbuh.
8.
Kegiatan investasi positif tetapi
kegiatan operasional dan keuangan negatif. Perusahaan mungkin menjual
investasi/aktiva tetap untuk memenuhi kebutuhan operasional dan pembayaran
hutang/pembayaran ke pemilik.
D. NERACA
Neraca adalah laporan yang menunjukkan posisi keuangan
perusahaan pada akhir periode, mengenai besarnya harta, utang, dan modal
perusahaan. Data-data dalam menyusun laporan necara pada perusahaan dagang
bersumber dari kolom neraca pada kertas kerja dan modal akhir dalam laporan
perubahan modal.
![]() |
1.
Aktiva
Aktiva adalah sumber daya yang
dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan manfaat
ekonomi yang diharapkan akan diperoleh perusahaan dimasa depan. Macam-macam
akun yang disajikan dalam neraca.
a. Aktiva
lancar
b. Investasi
c. Aktiva tetap
d. Aktiva
lain-lain
2.
Kewajiban
Kewajiban adalah utang perusahaan di
masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan
mengakibatkan arus ke luar dari sumber daya perusahaan yang mengandung
manfaat ekonomi. Berikut ada 2 jenis
kewajiban :
a. Kewajiban
lancar
b. Kewajiban
jangka panjang
3.
Ekuitas pemilik
Ekuitas adalah bagian hak pemilik
dalam perusahaan, yaitu hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi
semua kewajiban.
E.
LAPORAN HARGA POKOK PENJUALAN
Laporan harga pokok penjualan adalah
laporan yang berisikan biaya-biaya, yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk
membeli barang-barang yang dapat dijual. Harga pokok penjualan adalah besarnya
harga pokok dari barang yang telah terjual.
Berikut format laporan harga pokok
penjualan.
...............................................
Laporan
harga pokok penjualan
Periode
.......................
Persediaan awal barang dagang Rpxxx
Pembelian
Rpxxxxx

Rpxxxxx
Retur pembelian dan Ph Rp xxxx



Persediaan barang yang siap
dijual
Rpxxx

Harga pokok penjualan
Rpxxx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar